Train together Stay together

Untuk mau mulai bergaya hidup sehat itu memang gak semudah membalikkan telapak tangan, misalnya rutin olahraga. Hampir kebanyakan orang susah banget untuk menghancurkan tembok rasa males berolahraga, padahal sudah tau kalau olahraga sama sekali gak bikin rugi. Justru bermanfaat baik jangka pendek dan jangka panjang bagi tubuh kita, secara fisik dan emosional. Ada orang yang mau berolahraga ketika dikasih sakit, baru deh kapok nyadar kalau olahraga memang sebegitu pentingnya, seperti aku. Jangan ditiru.

Aku baru sadar pentingnya olahraga ketika mengalami kondisi fisik yang sangat turun, seumur hidup baru kali itu mengalami sakit yang sampe berfikir kalau gak akan bertahan hidup sangking gak kuatnya menahan rasa sakit, hehe lebay yak. Semenjak itu aku membulatkan tekad untuk mengharuskan dan menambahkan olahraga di kegiatan sehari-hari. Olahraga favoritku adalah lari, karena lari bisa dibilang olahraga yang murah dan mudah. Selain lari, aku juga sempat rutin nge-gym, tapi sayang semenjak pindah ke Jakarta belum memulainya lagi, mungkin dalam waktu dekat bakal cari tempat fitness yang cocok.

Nah, selama 4 tahun ini sudah menganggap olahraga itu sebuah keharusan, sebelum menikah aku selalu berolahraga sendirian. Karna tujuannya adalah hanya fokus ingin sehat buat diri sendiri, aku merasa gak perlu untuk menunggu-nunggu teman untuk diajak olahraga. Kan masih ada tuh yang baru mau olahraga kalau ada temennya, kalau gak ada temen, gak olahraga? Jangan ya. Mungkin pernah lari bareng sama temen itupun cuma sekali, dua, atau tiga kali, selebihnya tetep individualis.

Setelah menikah, baru deh punya temen yang benar-benar bisa diajak olahraga bareng, kebetulan sekali kalau suamiku orangnya juga seneng olahraga. Ternyata beda ya rasanya kalau punya partner olahraga yang kebetulan klop sama kita. Aku ngerasain beberapa manfaat ketika #olahragaberdua dan #sehatberdua ini.

Pertama, termotivasi. Misalnya nih, dari hari sebelumnya sudah merencanakan kalau besok pagi mau lari. Tapi, pas udah bangun tidur, shalat subuh, bukannya siap-siap malah balik lagi ke kasur (Ini yang biasa aku lakuin kalau mau olahraga saat masih single) ketika udah berpasangan otomatis ada yang menegur dan mengingatkan kita “kok tidur lagi?katanya mau lari?”  jadi deh langsung loncat lagi dari kasur, ganti baju dan cao! Ditambah lagi, ketika olahraga berdua bareng, pas udah ngerasa capek, gak kuat, nafas udah engap-engap, ada suara pasangan yang menyemangati. “ayo seputeran lagi, bisa!pasti bisa!”. Penyemangatnya gak lagi cuma dari suara hati diri sendiri, hehe.  Dan yang aku rasain sekali perbedaan antara olahraga sendiri dengan olahraga berdua adalah efek dari banyaknya menerima motivasi dari pasangan, contohnya; yang biasanya sendiri cuma lari 3 puteran, dengan pasangan bisa sampe 5 puteran. Yang biasanya sendiri cuma 2km, dengan pasangan bisa sampai 5km.

runn
Source : Pinterest

Kedua, meningkatkan energi. Sedikit cerita, minggu kemaren aku dan suamiku Mas Andik pergi ke Taman Tebet. Mas Andik menungguku lari, setelah selesai lari gantian aku yang menemani Mas Andik NTC-an, kalian tau kan NTC aplikasi itu? nah itu. Udah kelar, kita langsung menuju ke 2 pasar grosir terbesar di Jakarta karena ada sesuatu yang kita cari. Keliling-keliling dalam pasar gak ada, trus lanjut jalan kaki dari pasar grosir A ke Pasar Grosir B. Lari lari kecil didalam pasarnya, jalan cepat diatas trotoar, naik turun tangga penyebrangan. Padahal cuacanya udah terik banget mengingat waktu itu udah siang. Kita sampe gak sadar kalau hari itu udah ‘latihan’ selama 6 jam!

Ketiga, Mendapatkan hal baru. Semenjak ketemu alias menikah sama mas Andik, aku melakukan latihan yang belum pernah aku coba sebelumnya, seperti NTC-an yang biasa mas Andik lakukan. Aku bisa langsung diajari gerakan-gerakan yang benar dan 1000% disemangati Mas Andik, ternyata…NTC berat juga ya!

Terakhir, Ikatan dengan pasangan semakin kuat. Selain bisa membuat tambah kompak, dan saling memiliki perasaan bahagia dan positif. Sebagai pasangan, kita bisa lebih perhatian dengan mengevaluasi dan memberitahu apa yang perlu diperbaiki lagi dari pasangan kita, entah dari gerakan ketika latihan atau bentuk badan yang perlu ‘diisi’ atau dikecilkan. Dengan seperti itu, akan memotivasi dia untuk tetap rutin dalam berolahraga.

Jadi, gak cuma dapet tubuh yang sehat dan jiwa yang sehat. Hubungan dengan pasangan juga akan semakin sehat.

 

 

PS: lupa nyimpen foto #olahragaberdua bareng Mas Andik, nanti akan aku update ya fotonya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s