Lepas dari Krim Dokter!

Assalamualaikum,

Aku mau cerita tentang pengalaman lepas dari krim dokter atau krim esthetic. Awal pertama kali aku pakai krim dokter, tahun 2009, tahun pertama kuliah. Maklum ya masa-masanya pengen merawat diri dan pengen keliatan cantik sedang menggebu-gebu. Waktu itu kulit aku butek, pas sekolah emang gak pernah aku rawat, paling hanya menggunakan pelembak dan bedak, kelar. Nah, akhirnya pas kuliah aku memutuskan nyobain krim dokter atau krim dari klinik kecantikan, direkomendasiin sama temen kuliah. Menurut aku biaya perawatannya masih ramah dikantong mahasiswa jadi gak pake lama aku meluncur ke klinik kecantikan ini. Perlu aku sebutin gak kliniknya apa? Hehe…

Jadi kliniknya ini dari Jogja, sekarang cabangnya udah menyebar kemana-kemana,Jakarta juga ada. Kliniknya bernama…

LBC! Iya selama ini aku melakukan perawatan disana dan setia ga pernah nyoba merek lain, karena emang udah cocok banget. Tiap tahun produk-produk mereka mengalami kenaikan sodara-sodara, tapi bukan ini yang menjadi penyebab aku berhenti. Toh juga gak semua produk aku pakai, di LBC aku hanya menggunakan krim pagi, malem, dan sunblock, udah. Aku kurang cocok sama face washnya ataupun tonernya. Jadi sesuai saran dari dokter aku bisa pakai sabun bayi yang gak ada susunya. Dan aku pun cocok pakai sabun bayi ini, bertahun-tahun! mungkin karena ringan ya, walaupun selama pakai gak ada busanya dan tiap cuci muka selalu merasa muka ga bersih.

Produk krim pagi, malem, dan sunblocknya juga aku jarang ganti-ganti, kan tiap krim dibedain sama nomer seri yang cocok sama kulit kita tuh. Kalau ganti ntar juga balik lagi ke krim sebelumnya yang sudah dipakai disesuaikan sama kondisi kulit, biasanya karena faktor cuaca dan aktivitas yang bikin jadi berubah-rubah. Bisa dibilang aku termasuk yang jarang konsultasi kecuali kalau pas lagi ada masalah. Di LBC aku melakukan perawatan yang namanya chemical peeling. Chemical peeling ini aku lakukan sampai 5 kali kalo gak salah, dengan durasi 2-3 bulan baru bisa peeling lagi, tapi 2-3 kali peeling udah bisa bikin kinclong, ya instantly. jadi kalau aku sampe peeling 5 kali, berarti itu karena faktor cuaca dan aktivitas tadi yang bikin muka lagi kurang sedang dipandang, Hehehe.. Ga perlu dijelasin lagi pasti udah pada tau ya efek dari chemical peeling, betul! Kulit jadi tipis.

Nah, sekian basa basinya. Pertanyaan yang mungkin ada dipikiran kalian adalah…

Berapa lama aku pakai krim dari dokter?

Kapan aku mulai untuk berhenti?

Kenapa aku memutuskan untuk lepas dari krim dokter?

Apa effect nya ketika aku lepas?

dan yang paling penting,

Jurus atau gimana caranya biar bisa lepas dari krim dokter?

Aku pakai krim dari lbc selama 7 tahun. ya, sungguh lama dan setianya! 2009 memulai, 2016 mengakhiri. Aku mantap berhenti setelah menikah. Menikah bulan mei, dan berhenti 3 bulan kemudian sekitar di bulan Agustus. Kenapa aku memutuskan berhenti, pertama karena krimnya udah gak ngefek lagi, kedua karna aku merasa kulit aku udah jenuh dan aku juga udah bosen, ketiga mau sampe kapan aku pakai perawatan yang sebenarnya tidak cukup baik untuk kesehatan, keempat karna sedang merencanakan punya momongan walaupun mereka bilang kalau nanti akan diresepkan dengan produk yang aman..But, No.Thanks.

Semuanya juga udah pada tau kan kalau efek dari lepas dari krim dokter adalah breakout. Breakout ini yang bikin mereka yang pengen lepas, jadi maju mundur untuk berhenti, tapi mau dipakai sampe kapan? Sampai kulit kita udah rusak baru memutuskan berhenti? Justru kalau terus-terusan malah akan lebih menambah masalah.

Minggu pertama, kedua, setelah lepas gak pakai apa-apa, masih aman. Waktu udah masuk sebulanan, mulai breakout! Jerawat besar, merah dan sakit ditempat yang gak diduga-duga, dan lama banget hilangnya. Syukur Alhamdulillah, breakout nya gak parah semuka, hanya dibagian tertentu aja seperti dibagian jidat dan pipi sebelah kiri. Tapi tetep aja lumayan memancing perhatian orang-orang yang ngeliat, “kok jerawatan?” “ga putih lagi kayak dulu mukanya”, “sekarang dita jerawatan”. Aku Cuma bisa “Mohon bersabar ini ujian”.

Jurus apa yang aku pakai biar ga maju mundur lagi untuk lepas dari krim dokter? Jawabannya adalah jurus support dari orang terdekat. Jangan sungkan-sungkan untuk ngejelasin produk krim dokter apa yang sedang kita pakai dan jangan sungkan juga keluarin unek-uneknya kenapa ingin berhenti. Jangan lupa juga jelasin efek apa yang bakal dialamin ketika lepas dari krim dokter, apa adanya aja bilang kalau muka nanti bakal jelek, kusam, dan jerawatan. Jadi orang yang diceritakan nantinya gak akan kaget dan nanya-nanya lagi penyebabnya kenapa, dan dia akan menjadi satu-satunya orang yang bakal ngurangin kekesalan kamu ketika  nerima komen-komen seputar penampilan wajah kamu dari orang lain yang sebenarnya bikin agak bete. Ya kan, Bete kan?

Jurus-jurus itu yang aku lakukan ke suamiku, dan Alhamdulillah dia pun mendukung, dan berusaha untuk gak bikin aku tambah khawatir dengan kondisi muka aku nantinya. Akhirnya, aku jadi tambah mantap untuk berhenti, sekarang sudah kurang lebih hampir 7 bulan aku sudah meninggalkan krim dokter dan memakai perawatan kulit yang lebih aman. Otomatis warna kulit juga sudah berubah sesuai skin tone aslinya, ga putih khas krim dokter/klinik lagi, hehehe..

Tapi, masalah belum selesai pemirsa, karena udah gak dapet saran dan resep dari dokter dan clueless, akhirnya mau gak mau, suka ga suka, yang harus lebih pinter pilih treatment untuk kulit wajah ya kita sendiri. Sekarang aku jadi lebih picky untuk nyobain atau dapetin produk yang sesuai sama jenis kulit, kan cocok-cocokan tuh. Banyak yang orang lain cocok dan mereka bilang bagus, ternyata gak cocok sama sekali di wajah kita, ini terjadi banget di aku..! Ujung-ujungnya baca review dari satu sumber aja gak 100% membantu, dan emang betul adalah salah kalau kita nyamain‘plek-plek an’ produk yang orang lain pakai, karena kita juga harus tau sama keadaan dan masalah kulit kita seperti apa, alergi dengan kandungan tertentu apa engga. Jadi, penting juga memperhatikan ingredients dan membaca sebanyak-banyaknya informasi dari produk yang mau kita coba, pentingnya lagi jangan terburu-buru memutuskan untuk membeli.

Sekarang kulit aku sudah better walaupun ga kinclong-kinclong banget, kalau jerawat tumbuh ya masih jelas ada ya 1 atau 2, biasanya karena ga cocok dgn produk baru, cuci muka kurang bersih atau hormon, lagian sepertinya juga gak mungkin untuk bisa lepas dari jerawat 100% seumur hidup, justru kalau gak ada jerawat patut dicurigai kulitnya. Atau bersikeras untuk hilangin pori-pori; pokoknya mau kulit yang mulus kayak lilin lah, kinclong se-kinclong kinclongnya, licin..! Wah.. jangan ya, please be realistic 😛

Kalau ada yang punya pengalaman yang sama, atau ada yang masih maju mundur berhenti apa engga? Bisa sharing loh, monggo… 😉 Terimakasih sudah membaca!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s