Deal with Social Media

Seberapa banyak sosial media yang ada di gadget kamu? saya yakin labih dari satu, Hehe…Saya pun memiliki lebih dari tiga sosial media di hp saya. Line, WhatsApp, Instagram, Twitter, Snapchat, Gmail, Tumblr, dan Pinterest adalah sosial media yang aktif saya bukaKetika menggunakan sosial media, efek apa yang didapatkan? positif atau negatif? ada banyakkk sekali positifnya, namun ada banyakkk juga negatifnya. Kalau saya keduanya, saya yakin setiap orang merasakan hal yang sama.

sosmed
Source : Pinterest

Dari setiap aplikasi yang sudah kita downloadpunya cara penggunaan yang berbeda-beda, punya nilai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dari sekian banyaknya sosial media, menurut saya tujuannya adalah sama, yaitu ber in te rak si, iyalah namanya juga so si al media, hehe…pun juga untuk menunjukkan eksistensi diri. Hari ini, sekarang, sosial media bisa menunjukkan kelas ekonomi seseorang. Kita bisa melihat gaya hidup seseorang dengan hanya melihat postingannya dari hari ke hari. Kita jadi bisa menebak dan menilai masuk ke kelas ekonomi mana orang itu. Bahkan, ga cuma kelas ekonomi, kita jadi lebih mengetahui profil lebih dari si penggunanya, bukan hanya sekedar kapan tanggal lahirnya, domisilinya dimana, umur berapa, tapi juga siapa orang tuanya, suaminya, pacarnya, siapa nama hewan peliharaannya, wah pokoknya luas kemana-mana.

Bagi saya pribadi, sosial media adalah hiburan. Hiburan yang dimaksud, saya bisa video call dengan keluarga yang jauh disana, saya bisa melihat apa-apa yang dilakukan sahabat-sahabat saya yang juga udah pada mencar-mencar, informasi apa yang lagi rame, kehidupan orang-orang yang menginspirasi saya, dan lain-lain. Pada intinya prioritas utama saya pakai sosial media adalah sebagai obat penawar untuk saya bisa keep in touch dengan orang-orang terdekat.

Sayangnya…sosial media saat ini bukan hanya jadi obat penawar tapi juga bisa jadi penyakit untuk diri saya sendiri. Kenapa bisa? saya kasih contoh seperti ini; beberapa waktu lalu saya sangat rajin menggunakan salah satu aplikasi sosial media. Gak tau kenapa, semakin hari saya merasa tidak nyaman, saya menjadi tidak sepenasaran seperti ketika aplikasi itu masih hangat-hangatnya. Bisa dibilang saya juga bosan. Nah anehnya, aplikasi yang dulunya selalu saya idolakan, yang paling sering saya buka ini, membentuk saya menjadi orang yang pesimis, membuat saya bisa dengan asalnya membanding-bandingkan hidup saya dengan orang lain, parahnya lagi saya merasa tidak menjadi diri sendiri. Bahkan saya pernah berfikir, jika saya membagi moment-moment itu, saya malah akan mengurangi nilai dari moment yang sedang saya lakukan. Terdengar agak berlebihan ya, tapi ini menurut pemikiran dan apa yang sebenarnya saya alami dan tidak bermaksud untuk memberi kesan ‘memojokkan’ si aplikasi. Dibandingkan dengan Snapchat atau Instagram stories, sama-sama membagikan moment, tapi menurut saya kedua sosial media ini benar diciptakan untuk lebih terlihat jujur.

Sekarang udah kebayang belum aplikasi sosial media apa yang saya maksud? 😛

Tidak ada yang salah ya dengan itu, toh juga masih banyak kok yang asik-asik aja menggunakannya. Tidak ada yang salah juga dari orang-orang atau friend list saya yang mempostingnya, yang salah adalah memang dari diri saya sendiri. Saya tidak mampu mengelola pikiran saya dengan baik, alias mungkin saya orangnya ‘kurang asik’, hhe… Jadi, karna saya tipikal orang yang gak mau untuk mempertahankan hal (menurut saya) negatif tumbuh di dalam diri saya, maka sederhana aja saya memilih untuk meninggalkan  aplikasi sosial media itu pelan-pelan.

Kalau boleh tau, apa kalian pernah ngerasain hal yang sama seperti saya? apa ada aplikasi sosial media yang mulai kalian tinggalkan?

Jelasnya, yang sebenarnya ingin saya sampaikan, apapun sosial media yang sedang digunakan, jangan sampai merugikan diri sendiri apalagi orang banyak. Lebih baik kumpulin tuh dan nikmatin hal-hal positif yang didapatkan dari sosial media dan sebisa mungkin tinggalkan yang negatifnya.

Orang terkeren ialah yang bisa cerdas pakai digital life sambil bisa menginspirasi banyak orang dan tetap ‘hidup’ dengan real lifenya.

Dan sekarang sudah banyak mereka yang keren. 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s